Cairan saline telah digunakan selama lebih dari 150 tahun dalam dunia kedokteran moderen. Cairan saline biasanya digunakan untuk beragam kebutuhan, mulai dari mengisi kembali cairan yang hilang hingga menopang pasien saat proses operasi, dialisis atau kemoterapi. Meski banyak digunakan dalam berbagai keperluan, cairan saline ternyata belum pernah dilibatkan dalam uji klinis yang dipelajari dengan baik.
Di sisi lain, banyak dokter yang mempertanyakan apakah pemberian cairan saline cukup aman mengingat kandungan garam yang tinggi. Seperti diungkapkan WebMD, satu kantung cairan saline mengandung sodium yang sama seperti 20 bungkus snack keripik kentang. Associate professor dari Vanderbilt University School of Medicine, Wesley Self MD, mengatakan bahwa cairan saline memiliki kadar sodium dan yang tinggi. Self mengatakan kandungan sodium dan klorida pada saline lebih tinggi dibandingkan pada darah. "Kami berpikir bahwa kadar sodium dan klorida yang tinggi itu mungkin dapat menyebabkan beberapa masalah bagi pasien jika Anda memberikannya pada mereka," jelas Self.
Artikel Terkait: cara menghitung tetesan infus
Untuk itu, Self dan beberapa rekan dokter lain melakukan penelitian terhadap cairan saline dalam dua penelitian berbeda. Selama penelitian berlangsung, tim dokter memantau pemberian cairan infus yang diberikan kepada pasien. Pada bulan genap, pasien diberikan cairan saline sedangkan pada bulan ganjil, pasien diberikan cairan seimbang seperti Ringer laktat atau Plasma-Lyte-A. Ringer laktat dan Plasma-Lyte-A memiliki kandungan sodium yang lebih rendah dibandingkan saline. Sebagian besar pasien yang diberikan cairan seimbang mendapatkan Ringer laktat.
Baca Juga: cara menghitung kkm.
Tidak semua pasien dilibatkan dalam penelitian ini demi keamanan pasien. Sebagai contoh, tim dokter tidak memberikan cairan seimbang kepada pasien dengan cedera otak karena secara teoritis perbedaan zat kimia dapat meningkatkan risiko pembengkakan. Para pasien dipantau selama 30 hari untuk melihat perkembangan kesehatan masing-masing dengan pemberian cairan infus yang berbeda.
Perbedaan yang ditemukan cukup kecil namun signifikan secara statistik. Artinya, hasil perawatan pada pasien yang mendapat cairan saline maupun cairan seimbang bukan hany dipengaruhi faktor kebetulan. Pemilihan cairan infus bahkan nampak sangat penting bagi pasien dengan kondisi yang sangat sakit. DaftarCaraCek.Com.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Inilah Visi Misi MB-Asman yang Bakal Diwujudkan 5 Tahun Masa Jabatannya
Pasangan Bupati serta Wakil Bupati Enrekang, Muslimin Bando-Asman membacakan visi misinya untuk periode 2018-2023 dalam Rapat Paripurna DPRD...
-
Telkomsel tawarkan bonus teristimewa buat banyak pelanggan Telkomsel yg sudah melaksanakan registrasi kartu prabayar. Bonus yg di tawarkan i...
-
Pemerintah Propinsi DKI Jakarta berjanji merevitalisasi 12 jembatan penyeberangan orang (JPO) dengan rencana kekinian. Gagasannya JPO ini ak...
-
Seterusnya, Elizabeth Jane Soepardi, Direktur Mencegahan serta Pengendalian Penyakit Tular Vektor serta Zoonotik, Ditjen P2P Kemenkes RI men...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar